Peningkatan Minat Belajar Anak Usia Dini Menggunakan Alat Peraga Gambar
Main Article Content
Abstract
This study aimed to improve the problem of students' low interest in learning in the learning process in spiritual development lessons. This study uses a qualitative descriptive method with a classroom action research approach. The researcher found that the learning interest of class B, TK Perwita Asih Tawangmangu students in spiritual development lessons was low (initial observation). The research subjects were 14 students of class B, TK Perwita Asih Tawangmangu. The teaching’s aid in the form of pictures are used to explain learning concepts from abstract material to be real and clear, thus stimulating the senses of sight, thoughts, feelings, and attention of students. The results of the implementation of the improvement in learning interest in cycle 1 found 80 percent an increase in interest in learning and the results of the performance test of 82.1 percent. While in cycle 2, there was an increase in the learning interest of class B students in spiritual development lessons by 99.1 percent and the performance test score by 100 percent. In conclusion, there was an increase in the learning interest of class B students in spiritual development lessons through the application of visual aids in the form of pictures.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki masalah rendahnya minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran pada pelajaran bina rohani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Peneliti menemukan bahwa minat belajar peserta didik kelas B, TK Perwita Asih Tawangmangu pada pelajaran bina rohani rendah (observasi awal). Subjek penelitian adalah 14 orang peserta didik kelas B, TK Perwita Asih Tawangmangu. Alat peraga berupa gambar dapat digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep pembelajaran dari materi yang bersifat abstrak menjadi nyata dan jelas, sehingga merangsang indra penglihatan, pikiran, perasaan, dan perhatian peserta didik. Hasil pelaksanaan tindakan perbaikan minat belajar pada siklus 1 ditemukan 80 persen terjadi peningkatan minat belajar dan hasil tes unjuk kerja sebesar 82,1 persen. Sedangkan pada siklus 2, terjadi peningkatan minat belajar peserta didik kelas B pada pelajaran bina rohani sebesar 99,1 persen dan nilai tes unjuk kerja sebesar 100 persen. Kesimpulannya, terjadi peningkatan minat belajar peserta didik kelas B pada pelajaran bina rohani melalui penerapan alat peraga berupa gambar.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Ahmad, Amri Sofan & Ifi Khoiru. Proses Pembelajaran Inovatif & Kreaktif Dalam Kelas. Jakarta: PT Prestasi Pustakarya, 2010.
Anas, Muhamad. Alat Peraga Dan Media Pembelajaran. Jakarta: Bina Cipta, 2014.
Arifah, Fita Nur. Panduan Menulis Tindakan Kelas & Karya Tulis Ilmiah Untuk Guru. Yogyakarta: Araska Publisher, 2017.
Arsyad, Azhar. Media Pengajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997.
B. Samuel Sidjabat. Strategi Pendidikan Kristen. Yogyakarta: ANDI, 1995.
B.S. Sidjabat. Mengajar Secara Profesional. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2011.
Buulolo, Sister, Nelci Kual, Rolan Marthin Sina, and Hendro Hariyanto Siburian. “Pembelajaran Daring: Tantangan Pembentukan Karakter Dan Spiritual Peserta Didik.” PEADA’ : Jurnal Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 129–143.
Ermalinda, Paizaluddin &. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Paduan Teoritis Dan Praktis. Bandung: Alfa Beta, 2016.
Gregor, Jhon Milton. Tujuh Hukum Mengajar. Malang: Gandum Mas, 1954.
Hutapea, Rinto Hasiholan. “Instrumen Evaluasi Non-Tes Dalam Penilaian Hasil Belajar Ranah Afektif Dan Psikomotorik.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2, no. 2 (2019): 151–165.
J.S. Badudu dan Zain. Kamus Umum Bahasa Indonesia. jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996.
Jakni. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Bandung: Alvabeta, 2017.
Jihad, Asep & Haris, Arbul. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo, 2012.
Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: LAI, 2007.
Maman R dan Rochmand. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: Uneversitas Negeri Semarang, 2010.
Muhibbin Syah. Psikologi Belajar. Bandung: PT Rajagrafindo Persada, 2003.
Mulyasa, E. Praktek Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
Murdiyanto, Tri, and Yudi Mahatama. “Pengembangan Alat Peraga Matematika Untuk Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar.” Sarwahita 11, no. 1 (2014): 38.
Paulus Lie. Mengajar Sekolah Minggu Yang Kreaktif. Yogyakarta: Andi Offset, 1997.
Ramayulis. “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pkn Siswa Kelas Ii Sd Negeri 157 Pekanbaru.” Jurnal Pajar (Pendidikan dan Pengajaran) 2, no. 2 (2018): 214–222.
Siburian, Hendro Hariyanto, and Arif Wicaksono. Makna Belajar Dalam Perjanjian Lama Dan Implementasinya Bagi PAK Masa Kini. Fidei: Jurnal Teologi Sistemati Dan Praktika. Vol. 2. Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu, 2019.
Soekidjo Notoadmoj. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Soelarko, R.M. Audio Visual Media Komunikasi Ilmiah Pendidikan Peneragnan. Jakarta: Bina Cipta, 1995.
Sudjana, Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Sinar Baru Algensindo, 2002.
Sulaeman, Dedi, and Muhammad Yusuf Saputro. “Penggunaan Gambar Sebagai Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD.” Edumaspul 4, no. 1 (2020): 342–348.
Usman, Moh. Uzer. “Menjadi Guru Profesional.” Bandung: Remaja Rosdakarya (2017): 9.
W. J. S. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1986.
Weinata Sairin. Identitas Dan Ciri Khas Pendidikan Kristen Di Indonesia Antara Konseptual Dan Operasional. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Wina, Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group, 2006.