PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen

Peada’ dari kata dasar ada’ artinya ajar, ajaran; peada’ artinya nasihat. Nasihat dipahami sebagai ajaran atau pelajaran baik. Sebabnya, konsep peada’ bermuara pada pendidikan karakter yang merupakan inti didikan orang tua bagi anak atau generasi muda pada umumnya dalam kehidupan masyarakat Toraja. Bukti autentik dalam masyarakat Toraja adalah londe (pantun) dalam berbagai jenis termasuk jenis pantun nasihat yang digunakan dalam mendidik generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kekristenan, ada kitab Amsal yang diterjemahkan Sarambu Peada’. Sarambu Peada’ terutama ditujukan kepada anak-anak muda; mengajarkan bahwa hikmat yang sejati tidak dapat diperoleh di luar Allah. Hikmat itu menolong membedakan yang baik dan jahat, benar dan salah, sudut pandang Ilahi atau manusiawi (bdk. Amsal 1:2-7). Sarambu Peada’ berisi hal-hal yang mudah dilakukan tanpa batas waktu. Secara konotatif maupun denotatif makna peada’ selalu mengarah pada hikmat (kakinaan).

Yesus yang adalah Guru Agung selain mengajarkan pengetahuan untuk mengisi hati dan pikiran para murid, sekaligus menggunakan kehidupannya sebagai buah pengajaran-Nya untuk menguatkan dan meneguhkan orang percaya. Karena itu, peada’ yang benar hanya dijumpai dalam Kristus. Pada konteks itulah Jurnal Peada’ hadir, memuat artikel dan penelitian dari para cendekia Kristen sehingga menjadi sumber pengetahuan yang dapat diajarkan atau dipelajari sehingga menimbulkan hikmat dalam mengelola kehidupan yang memuliakan Allah.

Call for Papers (CLOSED)

2023-11-03

This call for paper is now closed for the December 2023 edition. Authors may submit their papers for consideration for the June and December 2024 editions.

Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024

Published: 2024-06-27

Faith Growing in Action:

Implications of John Locke's Tabula Rasa Concept and Ecological Education for HKBP Sunday School Children

Musdodi Frans Jaswin Manalu

1-14

Abstract Views: 33 times | Downloaded: 33 times
DOI: https://doi.org/10.34307/peada.v5i1.175

Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 5 Mamasa

Semuel

15-29

Abstract Views: 12 times | Downloaded: 4 times
DOI: https://doi.org/10.34307/peada.v5i1.180

Peran Guru sebagai Penuntun dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa Ditinjau dari Perspektif Kristen Alkitabiah

Polin Parulian Ambarita, Wahyu Irawati

30-47

Abstract Views: 15 times | Downloaded: 6 times
DOI: https://doi.org/10.34307/peada.v5i1.191

Mengintegrasikan Budaya Longko’ Torayan melalui Praktik Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah

Yustus Bawan, Noldy Ferry Leonardo, Efraim Salamba, Melianus

48-63

Abstract Views: 18 times | Downloaded: 3 times
DOI: https://doi.org/10.34307/peada.v5i1.123

Kontribusi Pemikiran John Dewey mengenai Pembelajaran Berbasis Pengalaman bagi Pendidikan Kristen Masa Kini

Agustina Pasang

64-80

Abstract Views: 19 times | Downloaded: 12 times
DOI: https://doi.org/10.34307/peada.v5i1.188
View All Issues